Selasa, 03 Oktober 2017

Fase Kehidupan

Ketika muncul pertanyaan, "Apa kamu sudah berani?" Terkadang diri ini terbesit rasa sedikit cemas.. Karena menikah memang ternyata tidak sesimpel bayangan. Ketika dua keluarga dengan kebiasaan yang berbeda akan dipersatukan.
Lalu benar saja, ketika persiapan pernikahan tidak sesimpel bayangan. Mulai dari hal-hal yang terlihat remeh.. Souvenir, undangan dan lainnya. Bisa terasa begitu rumit rupanya. Diri ini yang terkadang menggerutu jika ada teman yang tidak mengundang di resepsi pernikahannya. Rupanya bukan karena ingin mengabaikan. Namun begitulah rumitnya, waktu-waktu untuk menyebar undangan dan lain-lain. Kali ini diriku bicara dari sudut pandang diriku saja.

Lalu ketika mengeluh pada calon pendampingku, ucapannya hanya sederhana, "Ini baru awal. Nanti di saat berumah tangga, akan muncul masalah-masalah yang tidak seberapa dengan sekarang."

Kata-kata itu kucerna baik-baik. Maknanya bukan untuk menjatuhkan mental. Namun diri ini disadarkan bahwa dalam hidup kita memang harus mau tak mau menjalani fase demi fase kehidupan. Saat kecil, kita belajar bersepeda. Jika ketakutan akan jatuh terus menerus membayangi, kapan kita mahir bersepeda? Lalu ketika beranjak dewasa,kita mulai dihadapkan dengan mengurus diri sendiri. Ya, bekerja! Mau tak mau, suka tak suka, seseorang harus mencari nafkah untuk bertahan hidup. Mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa semau kita. Menerima kritik pedas dari hasil kerja kita dan berusaha bertanggung jawab. 

Awalnya pasti terasa berat. Diri yang biasa dilindungi orang tua, kini harus berjalan gagah dan harus bangkit sendiri ketika jatuh. Namun itulah dewasa.

Dan sekarang aku tahu, apa maksud dari Allah tidak akan memberikan beban selain sesuai dengan kekuatannya. Ya,semuanya selalu bertahap. Jika dahulu masalah utama adalah PR matematika, kini masalahnya lebih real dan menuntut tanggung jawab.

Kalau menjadi pribadi yang hanya memikirkan kesenangan dengan menjadi pribadi yang berusaha mendekat padaNya itu sama-sama diberi masalah. Lebih baik memilih menjadi pribadi yang berusaha dekat denganNya.  Kenapa? Entahlah.. Itu menurutku. Selebihnya baiknya kita raba hati nurani kita masing-masing.

Jadi, kalau ada pertanyaan lagi "Apa kamu siap?"
Insya Allah akan baca tulisanku ini lagi sebagai pengingat diri. ^_^

Sabtu, 30 September 2017

The Best Backstage


Cobalah sesekali hanya menjadi sesosok pengamat saja..
Diam dan memperhatikan..
Belajar dalam keheningan..
Menjadi backstage yang terbaik..

Biarkan kunikmati bersama kawan-kawan yang sejati..
Yang menemaniku disaat aku bodoh..
Disaat aku jatuh..
Disaat semua hanya datang dan pergi..
Disaat semua menjauh..
Disaat aku bukanlah siapa-siapa..

Ku akan belajar lewat sinar mentari dalam terik..
Yang membiaskan kebaikan tanpa ingin dilihat..
Ku akan belajar lewat hembus angin..
Yang membelai tanpa mau dikenali..

Ku akan belajar lewat ketangguhan orang tuaku..
Terkhusus ibu..
Yang berjuang demi seutas senyuman anak-anaknya..

Terkhusus Ayah..
Kau ajarkan arti perjalanan hijrah itu..

Dariku,
Yang belajar menjadi pengamat terbaik..

Minggu, 25 Juni 2017

Selamat Hari Raya Idul Fitri

1 Syawal 1438 H (25 Juni 2017)

17:28 WIB

Alhamdulillah, bisa bertemu kembali di bulan yang fitri ini. Dan mulai kangen buat ngeblog lagi. Dengan blog gado-gado ini ^_^ .

Tahun ini yang lebaran terpaksa dibagi dua tempat. Kubu Mama, Dek Fahma Boo dan Dek Kemal Kem mudik ke Tegal. Kubu Papa, Dek Dita Tan dan Aku lebarannya di Sidoarjo aja. Sebetulnya pengen banget sih ke Tegal. Tapi apalah daya, lagi penghematan, hihihi. Tapi sangat bersyukur kok dengan rejeki yang telah dilimpahkan Allah pada keluarga ^_^.

Foto saat mau ngeblog bersama kue lebaran
Hm.. Apa ya? Sebentar lagi sudah mulai harus mengajukan judul skripsi nih aku. Tapi ya dipikir aja nggak segera dicari solusinya x-D *ketawa merem.

Jadi ya mulai dibiasakan untuk menulis lagi di depan laptop yang alhamdulillah baru sembuh dari sakit ini ^_^.

Sebetulnya sudah lumayan puas dengan selesainya kuliah diploma satu bertahun-tahun yang lalu (lebay,hehe). Hanya saja orang tua ingin anaknya sarjana. Ya, hopefull saja ilmunya bisa sangat bermanfaat walau semangat kuliahnya kemarin-kemarin sempat naik turun.

Bagiku kuliah itu bukan sekedar supaya dapat kerjaan baik. Bukannya rejeki itu nggak hanya bergantung dari ijasah? Rejeki bergantung dari ikhtiar dan doa, juga takdir Allah tentunya. Memang salah satu ikhtiar rejeki bisa dari ijasah kuliah, hanya tidak melulu saklek seperti itu.

Jadi, ketika aku ditanya, nanti habis kuliah kamu pengennya kerja apa?
Ya, aku jawab pengen fokus jadi ibu rumah tangga donk >.< (lagu lama, hehe). Kalau masalah nanti ditakdirkannya bekerja, atau berbisnis di rumah ya semoga aku diberi kekuatan penuh buat bisa memanajemen ngurus anak, suami dan rumah supaya tetap beres :-D.

Thanks for reading tulisanku yang nggak penting ini ^_^.

Sabtu, 24 Juni 2017

Assalamualaikum Sahabat

Assalamualaikum Sahabatku..

Malam ini syahdu sekali. Hembusan angin yang berlalu lalang bersama alunan takbir.
Malam ini malam lebaran sahabat.

Lebaran tahun lalu aku berkunjung kerumahmu. Kita bercanda sahabat. Kita saling curhat, saling bercerita. Aku bermain-main dengan anakmu.
Kamu dan suamimu, dibantu temanku, membuat ketupat.

Namun siapa yang menyangka secepat itu kau pergi. Sebulan setelah kita menikmati indahnya persahabatan kita. Setelah kata sahabat kita, kamu sudah mulai bisa berani belajar bersepeda motor.

Sahabat, sudahlah. Aku tahu ini takdir. Anakmu sudah besar. Suamimu juga sudah menemukan penjaga anakmu sekaligus pendamping hidupnya.

Sahabat, dulu kita saling menguatkan dalam iman. Dan waktumu yang lebih dulu habis di dunia.

Bagaimana di sana sahabat?
Tak bisa kubayangkan tentang kematian.
Aku sendiri bukanlah seorang yang begitu pemberani dalam kesendirian dan gelap.
Namun itu hanya logika manusia.
Bisa saja di sana lapang kuburmu, terang dan lebih menenangkan di sana ya? Aamiin.

Kamu tangguh sahabat. Dalam menghadapi kerasnya hidup. Kita seusia namun kamu yang lebih dahulu 'dipaksa' untuk lebih dewasa daripada aku.

Sahabat, kini usiaku 24 tahun. Sudah semakin menua ya?
Terasa baru saja kita dulu pergi kesekolah bersama.
Kini sudah sangat cukup waktuku untuk menikah. Semoga dimudahkan ya, sahabat..

Sahabat,
Jika nanti tiba waktuku menyusulmu.
Jemput aku jika tak kau temukan aku di surga ..
Semoga kita bisa bersama-sama berkumpul di surga.
Bersama teman dan keluarga kita.

Aku malu jika bicara surga, sahabat.



Sidoarjo,
21:05
Malam lebaran.

::Aku tahu kamu tak ada di gadget sahabat. Ini hanya curahan hati seorang musafir hidup yang mencoba membayangkan tentang kematian::

Kamis, 22 Juni 2017

Dia

Semakin dekat waktu berpisah
Dan hati semakin gelisah
Akankah ku dapat menemuimu lagi
Jika suatu hari kau kembali

Maafkan aku yang hanya menyambutmu dengan riang
Namun ketika benar kau singgah aku telah pongah
Mengabaikanmu dalam kelalaian

Semoga disisa waktu ini
Aku bisa mengenangmu dengan indah

#Ramadhan


Minggu, 20 November 2016

Kenapa Sering Terhenti Menulis?



Pertemuan FAM (Forum Aktif Menulis) kali ini di alun-alun Sidoarjo. Jadi teringat pertama kali bertemu mbak Reffi Dhinnar di alun-alun Sidoarjo, waktu itu juga ada pak ketua Yudha Prima dan kak Ken Hanggara.

Kali ini yang dibahas adalah tentang bagaimana kita mengatasi menulis yang sering tersendat.

Lalu kak Ken dan mbak Reffi punya tips, yaitu menulislah sesuai dengan minat kita. Seperti mbak Reffi yang tertarik dengan psikologi dan kak Ken yang tertarik dengan horor.

Jika kita menulis hal yang kita sangat tertarik, maka kita akan menulis dengan suka cita dan terus menulis.

Lalu ketika giliran saya yang ditanya tentang bagaimana perkembangan menulis saya. Ya, saya hanya menjawab bahwa saya minat ke menulis sebagai sarana dakwah. Hanya saja, karena soal agama itu tidak boleh ditulis dengan sembarangan, maka saya memilih untuk memperbanyak input dan banyak belajar saja dahulu.

Lalu pak Ketua Yudha Prima menyarankan untuk membuat buku kumpulan motivasi,mengingat saya yang sering update status panjang di facebook. Namun menurut saya, menulis di facebook dengan menulis bertujuan untuk membukukan adalah dua hal berbeda. Jika menulis di facebook, kita tanpa pikir panjang atau bisa juga hanya mengutarakan 'sampah' dipikiran kita. Jika itu dijadikan sebuah buku pun masih harus berpikir lagi, sebagai apakah kita ini? Mengingat ucapan itu biasanya akan didengar jika kita sudah menjadi 'sesuatu'. Sedangkan saya disini hanya seorang buruh pabrik.

Ya, begitulah intinya. Intinya tentukan apa hal yang membuat kita sangat tertarik, lalu barulah kita memikirkan konsep dan mulai menulis. Jadikan menulis itu hal yang menyenangkan dan untuk berbagi kebaikan.

Nah, di akhir pembahasan, FAM Surabaya berencana menargetkan launching satu buku satu orang. Jadi untuk tahun depan, perorang harus menghasilkan karya satu buku.

Mungkin saya akan menelurkan kisah TEDJHA (Terasing Dalam Jalan Hijrah Abu-Abu). Semoga saja bisa bermanfaat. Allahumma amiin..

Rabu, 05 Oktober 2016

Seminar Keren Buat Kamu yang Ingin Memulai Menjadi Blogger atau Writter



Hay-hay.. Kamu suka nulis? Suka ngeblog? Atau baru memulai untuk menulis?
Yuk-yuk merapat, ikut acara keren ini. Dengan nara sumber Bu Wina Bojonegoro, seorang sastrawati, juga ada Bunda Henni Prasetyorini, seorang blogger yang produktif dan sukses.
Moderatornya juga nggak kalah keren lho, Mbak Reffi Dhinar, seorang novelis dan blogger produktif yang punya semangat happy writter :) .
Dijamin seru dan banyak nambah teman, karena acara ini juga dihadiri oleh anggota komunitas menulis FAM Surabaya yang aktif dan semangat dalam berliterasi juga menginspirasi.
Apa sih FAM? FAM adalah Forum Aktif Menulis yang mempunyai moto 'Menulis Adalah Dakwah'.

Catet ya, tanggalnya.. 9 Oktober 2016 di Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, Jalan Menur Pumpungan, Surabaya.
Kontribusi peserta hanya 10k aja kok, tapi sudah dapat banyak ilmu, nambah teman.
Fasilitas lainnya yaitu ada snack dan doorprize dari games yang akan dibuat oleh FAM. (Siap-siap belajar nih, seputar dunia tulis menulis tentunya ^^ barangkali juga tentang FAM Indonesia atau FAM Surabaya, yuk-yuk kepoin di google, hehe)

Buruan daftar ke kontak person: Yudha Prima (085732221923) atau Reffi Dhinar (085607173907)

Remember it! Acaranya mulai jam setengah 10 yah guys ^^

Tiga hari lagi yah..

 Sampai jumpa di Minggu yang ceria :D