Minggu, 25 Juni 2017

Selamat Hari Raya Idul Fitri

1 Syawal 1438 H (25 Juni 2017)

17:28 WIB

Alhamdulillah, bisa bertemu kembali di bulan yang fitri ini. Dan mulai kangen buat ngeblog lagi. Dengan blog gado-gado ini ^_^ .

Tahun ini yang lebaran terpaksa dibagi dua tempat. Kubu Mama, Dek Fahma Boo dan Dek Kemal Kem mudik ke Tegal. Kubu Papa, Dek Dita Tan dan Aku lebarannya di Sidoarjo aja. Sebetulnya pengen banget sih ke Tegal. Tapi apalah daya, lagi penghematan, hihihi. Tapi sangat bersyukur kok dengan rejeki yang telah dilimpahkan Allah pada keluarga ^_^.

Foto saat mau ngeblog bersama kue lebaran
Hm.. Apa ya? Sebentar lagi sudah mulai harus mengajukan judul skripsi nih aku. Tapi ya dipikir aja nggak segera dicari solusinya x-D *ketawa merem.

Jadi ya mulai dibiasakan untuk menulis lagi di depan laptop yang alhamdulillah baru sembuh dari sakit ini ^_^.

Sebetulnya sudah lumayan puas dengan selesainya kuliah diploma satu bertahun-tahun yang lalu (lebay,hehe). Hanya saja orang tua ingin anaknya sarjana. Ya, hopefull saja ilmunya bisa sangat bermanfaat walau semangat kuliahnya kemarin-kemarin sempat naik turun.

Bagiku kuliah itu bukan sekedar supaya dapat kerjaan baik. Bukannya rejeki itu nggak hanya bergantung dari ijasah? Rejeki bergantung dari ikhtiar dan doa, juga takdir Allah tentunya. Memang salah satu ikhtiar rejeki bisa dari ijasah kuliah, hanya tidak melulu saklek seperti itu.

Jadi, ketika aku ditanya, nanti habis kuliah kamu pengennya kerja apa?
Ya, aku jawab pengen fokus jadi ibu rumah tangga donk >.< (lagu lama, hehe). Kalau masalah nanti ditakdirkannya bekerja, atau berbisnis di rumah ya semoga aku diberi kekuatan penuh buat bisa memanajemen ngurus anak, suami dan rumah supaya tetap beres :-D.

Thanks for reading tulisanku yang nggak penting ini ^_^.

Sabtu, 24 Juni 2017

Assalamualaikum Sahabat

Assalamualaikum Sahabatku..

Malam ini syahdu sekali. Hembusan angin yang berlalu lalang bersama alunan takbir.
Malam ini malam lebaran sahabat.

Lebaran tahun lalu aku berkunjung kerumahmu. Kita bercanda sahabat. Kita saling curhat, saling bercerita. Aku bermain-main dengan anakmu.
Kamu dan suamimu, dibantu temanku, membuat ketupat.

Namun siapa yang menyangka secepat itu kau pergi. Sebulan setelah kita menikmati indahnya persahabatan kita. Setelah kata sahabat kita, kamu sudah mulai bisa berani belajar bersepeda motor.

Sahabat, sudahlah. Aku tahu ini takdir. Anakmu sudah besar. Suamimu juga sudah menemukan penjaga anakmu sekaligus pendamping hidupnya.

Sahabat, dulu kita saling menguatkan dalam iman. Dan waktumu yang lebih dulu habis di dunia.

Bagaimana di sana sahabat?
Tak bisa kubayangkan tentang kematian.
Aku sendiri bukanlah seorang yang begitu pemberani dalam kesendirian dan gelap.
Namun itu hanya logika manusia.
Bisa saja di sana lapang kuburmu, terang dan lebih menenangkan di sana ya? Aamiin.

Kamu tangguh sahabat. Dalam menghadapi kerasnya hidup. Kita seusia namun kamu yang lebih dahulu 'dipaksa' untuk lebih dewasa daripada aku.

Sahabat, kini usiaku 24 tahun. Sudah semakin menua ya?
Terasa baru saja kita dulu pergi kesekolah bersama.
Kini sudah sangat cukup waktuku untuk menikah. Semoga dimudahkan ya, sahabat..

Sahabat,
Jika nanti tiba waktuku menyusulmu.
Jemput aku jika tak kau temukan aku di surga ..
Semoga kita bisa bersama-sama berkumpul di surga.
Bersama teman dan keluarga kita.

Aku malu jika bicara surga, sahabat.



Sidoarjo,
21:05
Malam lebaran.

::Aku tahu kamu tak ada di gadget sahabat. Ini hanya curahan hati seorang musafir hidup yang mencoba membayangkan tentang kematian::

Kamis, 22 Juni 2017

Dia

Semakin dekat waktu berpisah
Dan hati semakin gelisah
Akankah ku dapat menemuimu lagi
Jika suatu hari kau kembali

Maafkan aku yang hanya menyambutmu dengan riang
Namun ketika benar kau singgah aku telah pongah
Mengabaikanmu dalam kelalaian

Semoga disisa waktu ini
Aku bisa mengenangmu dengan indah

#Ramadhan


Minggu, 20 November 2016

Kenapa Sering Terhenti Menulis?



Pertemuan FAM (Forum Aktif Menulis) kali ini di alun-alun Sidoarjo. Jadi teringat pertama kali bertemu mbak Reffi Dhinnar di alun-alun Sidoarjo, waktu itu juga ada pak ketua Yudha Prima dan kak Ken Hanggara.

Kali ini yang dibahas adalah tentang bagaimana kita mengatasi menulis yang sering tersendat.

Lalu kak Ken dan mbak Reffi punya tips, yaitu menulislah sesuai dengan minat kita. Seperti mbak Reffi yang tertarik dengan psikologi dan kak Ken yang tertarik dengan horor.

Jika kita menulis hal yang kita sangat tertarik, maka kita akan menulis dengan suka cita dan terus menulis.

Lalu ketika giliran saya yang ditanya tentang bagaimana perkembangan menulis saya. Ya, saya hanya menjawab bahwa saya minat ke menulis sebagai sarana dakwah. Hanya saja, karena soal agama itu tidak boleh ditulis dengan sembarangan, maka saya memilih untuk memperbanyak input dan banyak belajar saja dahulu.

Lalu pak Ketua Yudha Prima menyarankan untuk membuat buku kumpulan motivasi,mengingat saya yang sering update status panjang di facebook. Namun menurut saya, menulis di facebook dengan menulis bertujuan untuk membukukan adalah dua hal berbeda. Jika menulis di facebook, kita tanpa pikir panjang atau bisa juga hanya mengutarakan 'sampah' dipikiran kita. Jika itu dijadikan sebuah buku pun masih harus berpikir lagi, sebagai apakah kita ini? Mengingat ucapan itu biasanya akan didengar jika kita sudah menjadi 'sesuatu'. Sedangkan saya disini hanya seorang buruh pabrik.

Ya, begitulah intinya. Intinya tentukan apa hal yang membuat kita sangat tertarik, lalu barulah kita memikirkan konsep dan mulai menulis. Jadikan menulis itu hal yang menyenangkan dan untuk berbagi kebaikan.

Nah, di akhir pembahasan, FAM Surabaya berencana menargetkan launching satu buku satu orang. Jadi untuk tahun depan, perorang harus menghasilkan karya satu buku.

Mungkin saya akan menelurkan kisah TEDJHA (Terasing Dalam Jalan Hijrah Abu-Abu). Semoga saja bisa bermanfaat. Allahumma amiin..

Rabu, 05 Oktober 2016

Seminar Keren Buat Kamu yang Ingin Memulai Menjadi Blogger atau Writter



Hay-hay.. Kamu suka nulis? Suka ngeblog? Atau baru memulai untuk menulis?
Yuk-yuk merapat, ikut acara keren ini. Dengan nara sumber Bu Wina Bojonegoro, seorang sastrawati, juga ada Bunda Henni Prasetyorini, seorang blogger yang produktif dan sukses.
Moderatornya juga nggak kalah keren lho, Mbak Reffi Dhinar, seorang novelis dan blogger produktif yang punya semangat happy writter :) .
Dijamin seru dan banyak nambah teman, karena acara ini juga dihadiri oleh anggota komunitas menulis FAM Surabaya yang aktif dan semangat dalam berliterasi juga menginspirasi.
Apa sih FAM? FAM adalah Forum Aktif Menulis yang mempunyai moto 'Menulis Adalah Dakwah'.

Catet ya, tanggalnya.. 9 Oktober 2016 di Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, Jalan Menur Pumpungan, Surabaya.
Kontribusi peserta hanya 10k aja kok, tapi sudah dapat banyak ilmu, nambah teman.
Fasilitas lainnya yaitu ada snack dan doorprize dari games yang akan dibuat oleh FAM. (Siap-siap belajar nih, seputar dunia tulis menulis tentunya ^^ barangkali juga tentang FAM Indonesia atau FAM Surabaya, yuk-yuk kepoin di google, hehe)

Buruan daftar ke kontak person: Yudha Prima (085732221923) atau Reffi Dhinar (085607173907)

Remember it! Acaranya mulai jam setengah 10 yah guys ^^

Tiga hari lagi yah..

 Sampai jumpa di Minggu yang ceria :D

Jumat, 16 September 2016

Hay Blog!

Hay,blog.. Maafkan ya untuk akhir-akhir ini belum nulis kelanjutan kisah Rain..Karena rencananya akan dibentuk dalam bentuk novel..

Sudah punya ending kisahnya..

Semoga segera selesai :)

posted from Bloggeroid

Minggu, 17 Juli 2016

Aku Ingin Hidup Tepat Waktu



Ada pendewasaan dibalik kedisiplinan dan aku ingin memilikinya seutuhnya..

posted from Bloggeroid